Ikadi Riau Resmi Dilantik, Program Dai Bina Desa Dipuji

Dibuat Tanggal 07-09-2020

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW Ikadi) Riau periode 2020-2025 resmi dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Ikadi, Dr. H Ahmad Kusyairi Suhail, MA di Ballroom Hotel Grand Zuri, Sabtu (5/9). Turut hadir Gubernur Riau Syamsuar  yang diwakili Sekdaprov Yan Prana, Wali Kota Pekanbaru Firdaus diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani dan Dewan Pembina Ikadi Riau serta seluruh tamu undangan lainnya. Susunannya dimulai dari dewan Pembina yaitu KH Muhammad Gazali, Dr Eno Sumarno MSc, Dr H John Pamil, MA, dan H Ahmad Tarmizi Lc MA. Dewan pengurus harian terdiri dari Ketua Umum, Dr  KH Hikmatulloh Sag SPd, MSy. Ketua umum H Fauzi Hayat Lc. Sekretaris Umum, Hanif Supriadi SPd IMA. Bendahara Ando Fahda Aulia, SE ME MBA PhD. Kemudian untuk bidang Dai Desa diketuai KH Khairuddin  Lc, Sekretaris KH Sakinul Muttaqin, Lc MSi dan anggota Tono Siswanto SAg MSi, H Era Pindo Al Faqih Lc, dan Safruddin Hasballah, SAg. Sementara untuk Bidang Dakwah dan Pembinaan Umat diketuai H Akmal Munkr  Lc  MA, Sekretaris Kiyai Royansyah SPd dan anggota Afri S Th I MSy dan Riki Arnaidi MAg.  Usai dilantik, Ketua Umum Ikadi Riau Hikmatulloh dalam sambutannya mengatakan, Ikadi Riau memiliki program Dai Bina Desa. Menurutnya, program tersebut tidak lahir dari pusat. Melainkan di Indonesia hanya ada di Riau.  “Lahirnya Program Dai Bina Desa, karena di kota sudah banyak yang membina mubalig sementara di desa masih langka. Dai itu diundang tak diundang harus datang. Mengajak ke jalan Allah. Ikadi sudah sampai ke Talang Mamak. Program ini pun perlu didukung oleh Pemprov,” ungkapnya. Sekda Yan Prana mengucapkan selamat atas pelantikan Ikadi sebagai salahsatu cara kaderisasi organisasi. Katanya, kegiatan mematuhi protokol kesehatan. “Gubernur mengucap maaf karena tak bisa hadir. Meski begitu mengapresiasi kepada para Dai. Adanya Ikadi tentunya membantu program pemerintah. Sebab, pemerintah butuh para Dai untuk mematuhi protokol kesehatan karena sebagai corong penting ujung tombak penyampaian kepada masyarakat,” terangnya. Keberadaan para Dai, katanya, tentunya sebagai cahaya penerang atau pembawa ilmu. Dapat menangkal berbagai dampak negatif arus globalisasi. Sementara Sekjen PP Ikadi, Dr  H Ahmad Kusyairi Suhail  MA menyebut, corona masih menyelimuti kehidupan manusia saat ini. Dampak secara psikologis dan sosial sangat terasa. “Namun, jangan sampai pandemi pesimis. Hadirnya Dai membangun optimisme. Ada pandemi atau tidaknya tidak boleh berhenti namun harus tetap menjalankan misi dan solusi serta memotivasi bahwa masa depan,” ucapnya.

 

Sumber: RIAUPOS

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
IKADI: Keluarga adalah Elemen Penting Kehidupan Manusia
02-10-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekjen Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Kusyaeri Suhail m ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Terus Dekatkan Diri pada Allah Saat Pandemi
02-10-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) meminta para dai untuk terus ...

Baca Selengkapnya

Ulama Pahami Kondisi Sosial dalam Masyarakat
25-09-2020 Liputan Media

  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang dai atau ulama yang berpikiran nasional bia ...

Baca Selengkapnya

Ketum Ikadi: Niat Sertifikasi Dai Dinilai Salah Kaprah
07-09-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai se-Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori m ...

Baca Selengkapnya

Jangan Sampai Kefakiran Jadi Kekafiran
05-09-2020 Liputan Media

  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi virus Korona jenis baru (Covid-19) yang men ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Tokoh Agama Punya Peran Cegah Penyebaran Covid-19
28-07-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Dr Ahmad ...

Baca Selengkapnya