IKADI Minta Netizen tak Banyak Menghujat di Masa Ramadhan

Dibuat Tanggal 23-05-2020

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Sekjen Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ustadz Ahmad Kusyaeri menyayangkan banyaknya netizen yang masih saling hujat dan menyebarkan informasi hoaks di media sosial di tengah bulan suci Ramadhan dan saat bangsa Indonesia tengah berjuang melawan pandemi covid-19.

 

Padahal menghujat dan menyebarkan berita hoaks menjadi salah satu perbuatan yang dapat menghancurkan pahala dari berpuasa.

 

"Fenomena saling hujat, cacian dan makian, penyebaran fitnah dan berita hoax netizen di media sosial yang justru meningkat di saat Ramadhan di tengah pandemi covid-19 sungguh sangat disayangkan. Karena jelas sekali semua itu dapat mengurangi nilai ibadah puasa, bahkan bisa melunturkannya, sehingga tidak mendapat pahala di sisi Allah," kata Ustadz Ahmad Kusyaeri kepada Republika,co.id, Kamis (21/5).

 

Ia menjelaskan seorang muslim seharusnya memahami hakekat puasa. Di mana menurut ustadz Ahmad puasa bukan saja meninggalkan makan, minum dan hubungan biologis suami isteri dari sejak subuh hingga maghrib.

 

Melainkan juga berpuasanya seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Seperti berpuasanya lisan dari dusta, caci maki, ghibah, menghujat, serta termasuk menyebar fitnah dan berita hoax di media sosial.

 

"Kesempurnaan ibadah seseorang tergantung kepada sejauh mana ibadah itu memberikan dampak sosial yang positif bagi orang lain. Termasuk berdampak positif dalam akhlak dan etikanya dalam bermedsos dan ketika berada di dunia maya."

 

"Islam mengajarkan, bahwa tidak ada ucapan yang terucap, dan opini serta komentar yang tertulis di status atau media sosial kecuali semuanya ada hisabnya kelak di akhirat," tuturnya.

 

Sebab itu Ustadz Ahmad berharap penghujung ramadhan ini menjadi momentum bagi para netizen untuk berhenti menghujat dan menyebarkan informasi hoaks. Ia juga berharap menjelang hari raya Idul Fitri, netizen bisa saling memaafkan dan bersatu untuk melawan covid-19.

 

"Sudah seharusnya kita bersatu padu, bergandengan tangan dan saling memaafkan, karena ini merupakan ciri dan sifat orang yang bertakwa, dan itu pertanda diterimanya amal ibadah puasa Ramadhan kita insya Allah," ujarnya.

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
IKADI: Keluarga adalah Elemen Penting Kehidupan Manusia
02-10-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekjen Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Kusyaeri Suhail m ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Terus Dekatkan Diri pada Allah Saat Pandemi
02-10-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) meminta para dai untuk terus ...

Baca Selengkapnya

Ulama Pahami Kondisi Sosial dalam Masyarakat
25-09-2020 Liputan Media

  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang dai atau ulama yang berpikiran nasional bia ...

Baca Selengkapnya

Ketum Ikadi: Niat Sertifikasi Dai Dinilai Salah Kaprah
07-09-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai se-Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori m ...

Baca Selengkapnya

Ikadi Riau Resmi Dilantik, Program Dai Bina Desa Dipuji
07-09-2020 Liputan Media

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW Ikadi) Riau period ...

Baca Selengkapnya

Jangan Sampai Kefakiran Jadi Kekafiran
05-09-2020 Liputan Media

  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi virus Korona jenis baru (Covid-19) yang men ...

Baca Selengkapnya