IKADI Mimika Gelar Pelatihan Tingkatkan Kemampuan Da’i

Dibuat Tanggal 15-09-2021

TIMIKA | Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Mimika adakan pendidikan dan pelatihan bagi da’i (pendakwah) di Kabupaten Mimika. Pelatihan berlangsung di salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso, Kota Timika, Minggu (12/9/2021).

 

Sebanyak 79 da’i yang mengikuti pelatihan ini diberikan materi oleh tiga narasumber, diantaranya Ketua MUI Mimika Ustadz Amin, Ketua DPD Hidayatullah M. Ramli dan Pendiri AMI Fondation Ustadz Azzam Mujahid Izzul Haq.

 

Ketua MUI Mimika, Ustadz Amin dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Timika. Sebelumnya dibuat oleh Hidayatullah. Dan kini dibuat langsung oleh IKADI Mimika.

 

“Hari ini kita menyegarkan keilmuan dengan duduk sama-sama berbicara masalah apa yang akan kita ulas dan bicarakan dalam kesempatan ini,” katanya.

Ia mengatakan, para peserta yang merupakan da’i ini ialah pewaris nabi yang sudah seharusnya memberikan yang terbaik sebagaimana Rasulullah telah berikan kepada umatnya yang dirasakan hingga kini. “Ulama adalah pewaris nabi, embel embel didepan ustad, kiai itu bukan soal. Maju mundur dakwah ada di 79 khatib di Mimika ini,” tutur Ustadz Amin.

 

Ustad Amin mengaku terharu sejak tiga Jumat terakhir ada peningkatan sumber daya di masjid-masjid.

Dengan ditingkatkan sumber daya di masjid ini, maka SDM pada masjid juga perlu ditingkatkan.

“Karakter dakwah kita itu yang harus kita perhatikan. Di mimbar-mimbar Jumat gunakan bahasa yang baik, bisa diterima, tidak ekstrimis dan intoleran” ucapnya.

 

Ketua DMI Mimika, Abdul Wahab Elwahan mengingatkan agar para da’i untuk terus aktif berdakwah dalam keadaan apapun. Ia juga berpesan kepada para da’i untuk berani mengatakan kebenaran saat berdakwah. “Boleh tegas dan keras tapi jangan kasar,” ucapnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua IKADI, Abdul Karim mengungkapkan tujuan diadakan kegiatan untuk menjalin silaturahmi para da’i yang kata dia sudah lama tidak berkumpul. Menurutnya, para da’i di kabupaten Mimika sudah membekali dirinya dengan ilmu yang cukup untuk berdakwah. Hanya saja kata dia mungkin ada yang lupa dan perlu diingatkan terkait tata cara berdakwah.

“Tidak ada da’i yang under capacity,” tuturnya. Ia berharap dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilan para da’i secara khusus untuk berkhotbah yang mana harus diperhatikan tasamuh (toleransi-red).

“Karena memang Mazhab itu ada diakui bahwa ahli Sunnah waljamaah itu mengakui perbedaan yang ada,” kata Abdul Karim.

 

Sumber: seputarpapua.com

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Ikadi Kukar Terima Wakaf untuk Pembangunan Pondok Pesantren di Tenggarong
09-10-2021 Liputan Media

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kutai Kartanegara  ...

Baca Selengkapnya

Ikadi: Usut Tuntas Penyerangan Terhadap Ustadz
24-09-2021 Liputan Media

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyerangan terhadap ustadz belakangan ini perlu diusut secar ...

Baca Selengkapnya

Ikadi Sidoarjo Akan Buka Empat Sekolah Online
21-09-2021 Liputan Media

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) ...

Baca Selengkapnya

SEBI-Ikadi Teken MoU Pengembangan SDM Ekonomi Syariah
07-09-2021 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI  --  Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI dan I ...

Baca Selengkapnya

Adab Berdakwah di Media Sosial di Era Digital Menurut Ikadi
26-08-2021 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekjen Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ustadz Ahmad Ku ...

Baca Selengkapnya

Perkuat Karakter Keagamaan Mahasiswa, STKIP Rokania MoU dengan IKADI Rohul
12-08-2021 Liputan Media

  Perkuat Karakter Keagamaan Mahasiswa, STKIP Rokania MoU dengan IKADI Rohul & ...

Baca Selengkapnya