IKADI Menggelar Acara Puncak Milad ke-5 di Asrama Haji

Dibuat Tanggal 23-07-2007

Ketua Umum Ikadi, Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail didaulat membuka acara dan memberikan nasihat kepada seluruh pengurus Ikadi yang berasal dari seluruh Indonesia.

Dalam milad Ikadi ke-5 yang diselenggarakan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur ini, tercatat 19 Pengurus Wilayah (PW) dari 26 PW hadir, dan 9 Pengurus Daerah (PD).  Dari daftar undangan atau peserta yang hadir, berjumlah 75 orang, semuanya adalah perwakilan pengurus Ikadi dari berbagai wilayah propinsi dan daerah di Indonesia.

Setelah acara pembukaan yang memakan waktu sekitar 30 menit, acara dilanjutkan dengan pelatihan: HEART INTELEGENT (HI) , yaitu pelatihan yang mengasah sensitifitas hati dan mempertajam kepekaan ruhani. Pelatihan tersebut dipandu oleh Ust. Basuki Abdurahaman, M.Si., yang juga merupakan Pengurus Ikadi Wilayah Yogyakarta. HEART INTELEGENT (HI) TRAINING ini akan menjadi icon pelatihan Ikadi karena, telah disosialisasikan ke seluruh pengurus Ikadi. Seperti diketahui, sasaran dakwah para dai adalah hati para objek dakwahnya. oleh karena itu, kepiawaian para dai dalam menyentuh hati objek dakwah adalah keniscayaan. Inovasi dan kreasi dalam metode penyampaian dakwah, dirasakan sangat menuntut untuk terus dilakukan.

Sabtu, 21 Juli 2007.Sekitar pk.07.15 WIB seluruh peserta hadir memenuhi ruangan Serba Guna, Gedung Utama, lantai 4. Agendanya adalah: konsolidasi internal dengan tema: PENINGKATAN PERAN DAI DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI. Adalah Ust. Aniq Syahuri, Lc. (Bendahara Umum Ikadi), Ust. Endang Abd Jabbar, S.E., dan  Ust. Dahlan (Biro Dana Usaha) yang memandu jalannya acara tersebut. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Semi-loka dengan tema: KOPERASI SYARIAH DAI INDONESIA, dalam semi-loka ini, bertinda sebagai key-note speaker adalah: K.H. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc. yang berbicara tentang: “Sinergi Lemba Amil Zakat (LAZ) dengan Koperasi Syariah (BMT) dalam Pemberdayaan Dai Indonesia”. Dalam penyampaiannya, Dr. Didin Hafidhuddin mengatakan, bahwa lembaga ekonomi syariah harus dapat menggerakan sektor riil, seperti koperasi. Ia juga membedakan antara titik tekan ekonomi syariah, kapitalis, dan sosialis.“kalau ekonomi kapitalis menekankan pada pertumbuhan saja, dan ekonomi sosialis hanya pada pemerataan, maka ekonomi syariah adalah pada keduanya, pertumbuhan dan pemerataan”,ujarnya.

Pakar ekonomi syariah dan juga ketua Baznas ini menambahkan, bahwa ada tiga kemiskinan yang harus diwaspadai, yaitu: yang pertama adalah Kemiskinan Natural, yang timbul karena pekerjaan dan pendidikan yang kurang layak; dan yang kedua adalah kemiskinan Kultural, yang timbul karena kebiasaan yang sulit ditinggalkan; dan yang ketiga adalah Kemiskinan Struktural, yang timbul akibat kebijakan politik yang tidak memihak pada rakyat kecil.

Terakhir, dia juga mengingatkan,“Dai harus mengawasi dan mengawal lembaga ekonomi syariah. Sebab bila tidak, akan menjadi bumerang.”, imbuh Ustadz yang juga duduk di Dewan Syuro Pengurus Pusat (PP) Ikadi ini.

Kemudian, dalam acara tersebut juga diisi dengan dua presentasi, yang pertama dibawakan oleh: Drs. Rochmani (Direktur Eksekutif KOSINDO) dengan judul: “Peran Koperasi Syariah dalam Memberdayakan Ekonomi para Dai” dan yang kedua dibawakan oleh: Arison Hendry, S.E. (Kepala Cabang PNM DKI Jakarta), dengan judul: “Peran BMT dan Koperasi IKADI dalam Memberdayakan Ekonomi para Dai”.

Setelah istirahat makan siang dan sholat, acara dilanjutkan kembali pada pk. 13.30 WIB dengan agenda Bedah Buku: Diskusi Pemikiran “Islam Moderat”. Menurut Humas PP Ikadi, Ust. Dado Binagama, S.Sos. banyak pembicara yang diundangan sebagai pembedah, berhalangan hadir, seperti Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Jakarta) tidak bisa memenuhi undangan karena masih berada di Malaysia bersama Wakil Presiden dalam suatu kunjungan kerja. Selain Rektor UIN, Ikadi juga mengundang Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII),“Beliau berhalangan hadir karena ada Rapat Kerja bersama seluruh pengurus pusat DDII di luar kota pada saat yang bersamaan.”ujar pria yang pernah menjadi manajer siaran di salah satu radio swasta di Jakarta ini.

Bertindak sebagai pembedah buku: “ISLAM MODERAT” – buku terbaru terbitan Pustaka Ikadi pada siang hari itu adalah: Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (Ketua MPR-RI dan juga anggota Dewan Syuro PP Ikadi), Prof. Dr. Shohibul Imam, M.Sc. (Mantan Rektor Univ. Paramadina, Jakarta), dan Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail (Ketua Umum PP Ikadi dan dosen pasca sarjana UIN Jakarta), dengan moderator: Samson Rahman, M.A. (Ketua Dept. Kajian & Riset Ikadi dan penerjemah buku best seller ‘Laa Tahzan’)
Dalam presentasi (penyajian) buku yang dibawakan oleh Sekjen PP Ikadi. Dr. M. Idris Abd Shomad, M.A., ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam buku ini, yaitu: pemberian judul ISLAM MODERAT, bukan berarti memaknai ISLAM yang MODERAT, tetapi MANHAJ-nya yang moderat. Ia juga menambahkan “buku ini mencoba untuk menyampaikan, bahwa ada koridor yang perlu diperhatikan dalam pemikiran moderat, yaitu: tegas dalam ushul (dasar), toleran dalam furu (cabang)”. Bahkan kemudian, Dr. Hidayat Nur Wahid juga mengingatkan,“bahwa yang dimaksud dengan moderasi (dalam Islam, red) adalah bagaimana kita mengikuti konteks kekinian dalam agama kita.”Acara ini berlangsung cukup seru, karena para dai begitu semangat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sehingga Ketua MPR-RI pun sempat merendah dan berkelakar,“Saya bicara disini seperti mengajarkan itik berenang, atau mengajarkan burung terbang.”serta merta ucapan tersebut langsung disambut dengan gelak tawa dari para peserta.

Pada malam harinya, pk. 19.30 WIB peserta kembali kumpul di ruangan serba guna, Gedung Utama, lantai 4, untuk mengikuti agenda selanjutnya yaitu: Konsolidasi Internal ke-2, yang akan membahas “Sosialisasi Sertifikasi Dai”. Dalam konsolidasi tersebut dirumuskan konsepsi kompetensi dai, dan petunjuk pelaksanaan (juklak) sertifikasi dai. Adalah Ust. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., dan Ust. Harjani Hefni, M.A., yang memimpin acara tersebut. Sebagai sebuah ormas Islam, Ikadi mempunyai aturan main dan standarisasi tersendiri. Ikadi sangat memperhatikan kualitas dan menaruh perhatian yang cukup tinggi terhadap kompetensi para dai yang tergabung dalam organisasinya. Hal inilah yang kemudian diwujudkan kedalam sertifikasi dai.

Seperti hari sebelumnya, pada Hari Sabtu inipun, acara selesai pada pukul 23.00 WIB. Dan para dai Ikadi itupun kembali ke Gedung Asrama B yang terletak cukup jauh dari Gedung Utama, untuk beristirahat.

Ahad, 22 Juli 2007.Setelah sarapan pagi, para dai Ikadi kembali mengikuti agenda rangkaian acara puncak milad ke-5 organisasinya. Sudah hari ke-3 mereka berada di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Namun, wajah-wajah penuh semangat masih tampak terlihat dari para dai yang aktif berdakwah di daerahnya masing-masing itu. Acara di awali dengan: Konsolidasi Internal ke-3 yang membahas “Peningkatan Peran Dai dalam Manajemen Organisasi dan Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) IKADI”. Dalam acara tersebut, juga disampaikan hasil Raker PP Ikadi Tahun 2007, dan rencana menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Ikadi pertama pada Tahun 2008. Acara ini langsung disampaikan oleh BPH PP Ikadi yang terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jendral, Bendahara Umum, Ketua Dept. Kajian dan Riset, Dept. Pendidikan, sementara untuk ketua Dept. Dakwah dan ketua Dept. Humas & Organisasi berhalangan hadir.

Pada siang harinya, pk. 10.30 WIB sebelum penutupan acara, terdapat acara pembagian hadiah secara simbolis kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Ikadi 2007, yang disponsori oleh Cordova Abila Travel. Mereka yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut adalah: juara pertama – Yusuf Maulana (Yogyakarta) berhak atas Umroh gratis, juara kedua – Dadan Hamdani (Jakarta Timur) berhak atas satu buah laptop, dan juara ketiga – Asep B. Iskandar (Bogor) berhak atas satu buah PDA Phone. Anggota Dewan Syuro PP Ikadi, Dr. Daud Rasyid yang hadir pada acara hari itu, didaulat menyerahkan hadiah kepada juara pertama.

Setelah penyerahan hadiah, maka selesailah seluruh rangkaian acara puncak milad Ikadi ke-5 di Jakarta. Semoga semua kerja yang telah ditorehkan oleh panitia mendapat balasan yang baik disisi Allah SWT. (dbs)

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

Berita Duka: Telah Wafat Pimpinan Majelis Az Zikra , K.H. M. Arifin Ilham
23-05-2019 Berita

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.. Segenap Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan ...

Baca Selengkapnya

PP IKADI Berbuka Puasa Bersama Masyarakat Sekitar
22-06-2016 Berita PP

Selasa (21/6) kemarin PP IKADI mengundang seluruh anggota pengurus pusat d ...

Baca Selengkapnya

PP IKADI Selenggarakan Rapat Pimpinan Nasional
08-06-2014 Berita PP

Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) akhir pekan lalu menyelenggarakan Rap ...

Baca Selengkapnya

Pesan Ied: Pertahankan Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial
06-09-2011 Berita PP

Jakarta - Atmosfir teduh nan khidmat amat terasa menyelimuti kaum muslimin saat disele ...

Baca Selengkapnya

IKADI Dorong Para Dai Berbisnis
11-07-2011 Berita PP

Dia menceritakan kepada anggota Ikadi bahwa Rasulullah juga berdagang. Hasil dagan ...

Baca Selengkapnya