IKADI Jember Inisiasi MHQ Tunanetra se-Jatim

Dibuat Tanggal 17-05-2019

JEMBER – Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Jember bekerjasama dengan Pondok Pesantren Ibnu Katsir, menggelar Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) untuk para disabilitas tuna netra. MHQ tunanetera tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 14-16 Mei, di Pondok Pesantren Putra Ibnu Katsir, Patrang.

Agus Rohmawan, inisiator lomba, sekaligus ketua III Ikadi Jember mengatakan, lomba hafalan Quran ini baru diadakan pertama kali. Dia menyebut kalau MTQ (Musbaqah Tilawatil Quran) kemungkinan juga sudah banyak. Sedangkan tahfidz hafalan ini untuk tunanetra sepertinya baru pertama di Jember bahkan Jawa Timur.

“Kita sebagai lembaga yang konsen di bidang dakwah dan alQuran, terpanggil untuk mengedukasi alQuran ke semua. Tak hanya orang normal, tetapi untuk disabilitas juga, dalam hal ini tunanetera,” tutur pria yang akrab disapa Ustad Agus ini.

Peserta yang mengikuti lomba ini pun sangat antusias. Buktinya, mereka rela datang dari berbagai kota di Jawa Timur. Sekitar 30-an peserta berpartisipasi dalam MHQ tunanetera kemarin.

“Jadi, sistemnya online. Dalam seleksi mereka mengirimkan rekaman dan video saat hafalan. Jadi kami bisa menyeleksi penampilan mereka dari situ,” kata pria asli Sumedang, Jawa Barat ini.

Awalnya ada kategori usia. Namun, setelah berbagai pertimbangan, akhinya kategori usia tersebut ditiadakan. “Agar lebih luas peserta yang ikut, juga lomba ini baru pertama kalinya,” jelasnya. “Rata-rata yang ikut remaja. Tapi di hari kedua ada juga peserta yang usianya sudah 50 tahun. Tapi dia tidak lolos ke final,” imbuhnya.

Para peserta yang berasal dari luar kota, selama di Jember menginap di dua lokasi. Untuk peserta putra di Ponpes Putra Ibnu Katsir. Sedangkan putri di Gedung Pusat Studi Al Qur'an Disabilitas & Museum Al Qur'an Ikadi.

Menurut Ustad Agus, tiga harapan besar dalam penyelenggaraan lomba ini. Pertama, kami ingin meraih ridho Allah Swt dan syafaat Rasulullah Saw. Betapa pentingnya agama Islam ini memperhatikan difabel, sejak dahulu dalam ajaran Islam. Kedua, tunjukkan bahwa orang normal dan lembaga lainnya lebih perhatian difabel. “Yang ketiga, masyarakat luas bisa lebih tahu kondisi para difabel ini saat membaca al-Quran Braille,” pungkasnya. 

 

Sumber: 

- IKADI Jember

- Radar Jember 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Hikmah Idul Adha dengan Berkorban dan Membuang Sifat Jelek Manusia
13-08-2019 Liputan Media

  Di setiap tanggal 10 Dzulhijjah umat Muslim seluruh dunia memperingati Hari Ray ...

Baca Selengkapnya

Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

7 Amal Jariyah yang Mengalir Pahalanya: Merawat Lingkungan
01-08-2019 Liputan Media

JAKARTA – Islam menaruh perhatian begitu besar pada lingkungan hidup. Ajaran Ra ...

Baca Selengkapnya

IKADI Sidoarjo Beri Pelatihan Menyembelih Hewan Qurban Sesuai Syar’i
01-08-2019 Liputan Media

SIDOARJO - Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) beri pelatihan hukum-hukum seputar pen ...

Baca Selengkapnya

Jelang Idul Adha, Ikadi Ajak Umat Islam Peduli Lingkungan
30-07-2019 Liputan Media

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof Ahmad Satori Ismail menjelaska ...

Baca Selengkapnya

IKADI Sidoarjo Gelar Pelatihan Ruqyah Syar’iyyah
29-07-2019 Liputan Media

SIDOARJO - Ikatan Dai indonesia (IKADI) Sidoarjo menggelar pelatihan Ruqyah Syar&rsqu ...

Baca Selengkapnya