IKADI Dukung Standarisasi Penceramah di Televisi

Dibuat Tanggal 19-12-2017
JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama Kementerian Agama dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan melakukan standarisasi penceramah yang akan tayang di televisi atau media elektronik lainnya. Dengan kebijakan baru ini, program dakwah yang ada di televisi bisa lebih berkualitas dalam menyampaikan ajaran Islam.
 
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail menanggapi positif dan mendukung upaya ulama dan pemerintah yang ingin membuat standarisasi penceramah tersebut. "Bagus saja itu. Kalau ada standarisasi artinya yang berbicara di situ adalah orang-orang yang berkompeten. Jadi bukan masalah hiburannya atau lucunya, tapi standarisasinya," ujar Satori saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (17/12).
 
Menurut Satori, penceramah yang kompeten untuk tampil dalam program televisi haruslah penceramah yang memiliki latar belakang yang jelas dan memang ahli dalam agama. Dia juga bisa membaca Alquran dengan baik, dan juga mempunyai pemahaman keislaman secara global.
 
"Standarisasi itu bagus baca Alqurannya. Kadang-kadang ini kan baca Alqurannya enggak fasih, sehingga salah bacaannya, kan bisa menjadi salah maknanya. Nah itu saya yakin suatu hal yang baik kalau ada aturan standarnya seperti itu," ucapnya.
 
Dengan adanya standarisasi penceramah itu, Satori berharap kedepannya tidak ada lagi penceramah yang salah dalam menyampaikan ajaran Islam. Karena itu, menurut dia, penceramah juga tidak boleh terlalu banyak mengedepankan hiburan. "Harapan saya bahwa orang yang menyampaikan ajaran Islam di TV adalah orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang agama. Jadi tidak setengah-setengah dan tidak mengutamakan hiburan, banyolan atau lelucon," katanya.
 
Selain itu, tambah dia, seorang penceramah di televisi juga tidak boleh membicarakan politik praktis dan juga hal-hal yang dapat memecah persatuan umat, seperti halnya mengangkat isu Suku Agama Ras dan antargolongan (SARA). "Yang jelas penceramah adalah orang yang berkompeten dan berbicara hal-hal yang bermanfaat bagi umat untuk bangsa dan negeri ini, sehingga arahannya baik," jelasnya.
 
Sumber: Republika
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Gelar Dialog Keummatan, IKADI Kalbar Bahas Islam Rahmatan Lil 'Alamin
17-09-2018 Liputan Media

PONTIANAK - Rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah Il Ikadi Kalbar di Kabupaten Sambas ...

Baca Selengkapnya

PW IKADI Kalbar Laksanakan Musyawarah Wilayah ke II di Sambas
17-09-2018 Liputan Media

SAMBAS - Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) wilayah Kalimantan Barat menyelenggaraka ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Jangan Ada Lagi Penolakan Terhadap Dai
12-09-2018 Liputan Media

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail berharap tak ...

Baca Selengkapnya

Berasal dari Ulama atau tidak yang Terpenting Jaga Amanah
03-08-2018 Liputan Media

JAKARTA - Belakangan berbagai nama muncul untuk dijadikan pemimpin baik calon presid ...

Baca Selengkapnya

Ulama Bertugas Serukan Kebaikan di Tahun Politik
02-08-2018 Liputan Media

JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan tu ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Peran Dai Menyatukan Umat
19-07-2018 Liputan Media

JAKARTA – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) menilai masyarakat kian cerdas memilih ...

Baca Selengkapnya