IKADI Dorong Pembuatan Peraturan UPZ

Dibuat Tanggal 01-11-2016
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tengah fokus melakukan uji publik tentang peraturan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sebagai kepanjangan tangan Baznas, unit ini diharapkan mampu memaksimalkan pengumpulan dana zakat di Indonesia.
 
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan, dorongan agar UPZ secara masif dibentuk dan segera memiliki peraturan resmi. Karena itu, dia menekankan, BAZNAS memang membutuhkan uji-uji publik, yang bertujuan mendapatkan masukan dari masyarakat. "Jadi uji publik itu agar rancangan peraturan lebih sempurna," katanya kepada Republika, Ahad (30/10).
 
Satori mengatakan, peraturan itu dibuat agar semua lembaga mengetahui secara pasti tentang apa saja tugas yang harus dilakukan UPZ masing-masing. Masukan-masukan yang diusulkan masyarakat, kata dia, akan menjadi pertimbangan penting BAZNAS untuk dapat diserap.
 
Satori mengingatkan, peraturan turut menegaskan kalau lembaga pengumpul zakat di lembaga, institusi atau masjid milik negara, merupakan tugas UPZ bukan LAZ. Karenanya, uji publik dibutuhkan demi mengukuhkan tugas UPZ, sebagai pengumpul atau sekaligus distributor zakat.
 
Sedangkan distribusi, kata Satori, tentu harus dilakukan dengan terlebih dulu melaporkan dana zakat dan mungkin program masing-masing ke BAZNAS. Kata dia, laporan-laporan itu harus dilakukan UPZ agar dana zakat yang didapatkan bisa terus terpantau, terutama agar distribusi tepat guna. "Penting dibuat aturan lengkap, agar distribusi benar kepada siapa," ujar Satori.
 
Terkait distribusi zakat, dia menilai, jika masing-masing UPZ memiliki program pengentasan kemiskinan, justru akan sangat bagus untuk maksimalisasi pengentasan kemiskinan. Menurut Satori, sudah pasti program-program itu harus bertujuan meningkatkan angka mustahik menjadi muzaki.
 
Satori berpendapat, jika ingin pengumpulan dana zakat di Indonesia bisa dilakukan secara maksimal, memang tidak akan bisa cuma dilakukan BAZNAS sendiri. Untuk itu, UPZ dirasa memiliki peran yang sangat penting, sehingga program pengentasan kemiskinan pun segera terealisasi. "Mustahil BAZNAS bisa mengumpulkan dan menyalurkan sendiri, UPZ akan menjadi kepanjangan tangan BAZNAS," kata Satori.
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Hadirkan Senyum untuk Duka Sulteng
19-10-2018 Liputan Media

Islamedia - Senin, 15 Oktober 2018 atau bertepatan dengan 06 Shafar 1439 H, beberapa or ...

Baca Selengkapnya

Gelar Dialog Keummatan, IKADI Kalbar Bahas Islam Rahmatan Lil 'Alamin
17-09-2018 Liputan Media

PONTIANAK - Rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah Il Ikadi Kalbar di Kabupaten Sambas ...

Baca Selengkapnya

PW IKADI Kalbar Laksanakan Musyawarah Wilayah ke II di Sambas
17-09-2018 Liputan Media

SAMBAS - Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) wilayah Kalimantan Barat menyelenggaraka ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Jangan Ada Lagi Penolakan Terhadap Dai
12-09-2018 Liputan Media

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail berharap tak ...

Baca Selengkapnya

Berasal dari Ulama atau tidak yang Terpenting Jaga Amanah
03-08-2018 Liputan Media

JAKARTA - Belakangan berbagai nama muncul untuk dijadikan pemimpin baik calon presid ...

Baca Selengkapnya

Ulama Bertugas Serukan Kebaikan di Tahun Politik
02-08-2018 Liputan Media

JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan tu ...

Baca Selengkapnya