IDUL FITHRI; MOMENTUM KEBERSAMAAN MENEBAR KEBAIKAN

Dibuat Tanggal 21-05-2020

NASKAH KHUTBAH IDUL FITHRI 1441 H

 

 

IDUL FITHRI; MOMENTUM KEBERSAMAAN  MENEBAR KEBAIKAN

Oleh: Dr. H. Atabik Luthfi, Lc, MA

 


الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لااله إلا الله وحـده ,صد ق وعـده ,ونصرعـبده، واعزجـنـد و هزم الأحزاب وحـده

لااله الاالله ولانعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون ولو كره المشركون ولو كره المنافقون
لااله الاالله و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

الحمد لله الذى جعل العيد يوما مباركا وجعل طاعتنا لله فيه تقربا وقربى..
اشـهـد ان لااله الاالله وحده لاشريك له فالق الحب والنوى واشـهـد ان محمدا عبده ورسوله بعثه الله بالهدى ودين الحق وكفى بالله شهيدا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أهل الصدق والوفاء.
فيا ايها المؤمنون والمؤمنات:أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

ياايها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تـقاته ولاتموتن إلا وانتم مسلمون

 

Hadirin kaum muslimin dan muslimat jama'ah shalat Idul Fithri Rahimakumullah...

Maha Besar Allah, kepada-Nya segala makhluk tunduk dan bersimpuh! Hanya kepadaNya kita menyembah, mengabdi. hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan. Dan kepada-Nya selalu kita mengarahkan dzikir dan do’a. Ditangan-Nya segala kekuasaan. Dia penebar rahmat untuk segenap alam. Karenanya kita senantiasa kumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil, terutama saat menyambut datangya ‘Idul fithri setelah sebulan berpuasa yang mengantarkan kita ke gerbang fithrah, bersih dan suci, ibarat bayi yang baru dilahirkan. Terlebih kita tetap mampu bersabar dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah Ramadhan di suasana wabah pandemi covid 19. ! Allahu Akbar.

‘Idul fithri tahun 1441 H ini terbilang berbeda dan sangat istimewa. Saat merayakan kemenangan Idul Fithri, sebagian besar saudara-saudara kita masih berjuang menghadapi covid 19, khususnya para tenaga medis dan para sukarelawan lembaga kemanusiaan yang berada di garda terdepan. Sepanjang menunaikan ibadah Ramadhan, bisa jadi mereka sedang bersama para pasien covid 19 dengan tetap sabar membantu dan memberikan yang terbaik. Kita memohon di hari yang mulia ini, mudah-mudahan semua jerih payah dan pengorbanan mereka yang tiada terhingga, dibalas oleh Allah swt dengan balasan yang berlipat ganda. Amiin yaa Rabbal Alamin.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd

Idul Fithri adalah hari raya agung bagi umat Islam, selain ‘Idul Adha dan hari Jum’at. Keagungan hari raya ‘Idul fithri antara lain pada kedalaman kandungan makna Fithrah itu sendiri. Fithrah dalam arti kembali kepada kemurnian agama كل مولود يولد  على الفطرة (H.R. Muttafaqun Alaihi dari Abu Hurairah). Kembali pada kesucian; kesucian hati dan jiwa (tazkiyatun nafs), kesucian pikiran (tazkiyatul fikrah). Fithrah dalam pengertian sunatullah: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan luenganrus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptkan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum ayat 30).

Alangkah baiknya bila ‘Idul fithri dijadikan sebagai momentum menebar segala jenis kebaikan setelah sukses berbuat banyak kebaikan sepanjang Ramadhan, yang diawali dan ditandai dengan kembali mempererat ukhuwwah memperbanyak silaturrahim,  saling mendoakan dengan ucapan: “Taqabbalallahu minna wa minkum”. Saling memaafkan dan saling mengasihi, terlebih ketika kita diikat dengan kesamaan keadaan menghadapi wabah pandemi covid 19. Semuanya dapat berperan dan berkontribusi sesuai bidangnya, mengakhiri pandemi covid 19 ini.

 

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

 

Secara filosofis, Inti dari seluruh amaliah Ramadhan yang beragam selama satu bulan penuh adalah membersihkan dan mensucikan diri dari dosa, seperti yang diisyaratkan oleh hadits Rasulullah saw,

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه  ومن قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan landasan keimanan dan hanya mengharap ridha Allah, maka diampuni semua dosanya yang terdahulu. Dan barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu’. (HR. Muttafaqun Alaih)

Dengan modalitas hati yang bersih, jiwa yang murni, dan pikiran yang jernih, akan mudah menjalankan kebaikan dan berat melakukan kemaksiatan, seperti yang tercermin dalam amaliah Ramadhan yang meningkat signifikan. Itulah salah satu makna implementatif dari firman Allah swt (فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ  “Maka Kami mudahkan dia untuk kemudahan”. (QS. Al-Lail: 7). Sahabat Ibnu Abbas ra menafsirkan ‘kemudahan di ayat ini dalam arti mudah menjalankan kebaikan. Besarnya karunia Allah berupa ampunan atas segala dosa di bulan Ramadhan harus diimbangi dengan ibadah dan amal shalih yang lebih banyak dan berkualitas, sebagaimana firman Allah swt:

.........ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون

“………Dan agar kamu sekalian menyempurnakan bilangan (puasamu), mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu dan agar kamu sekalian bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185)

 

Ungkapan mengagungkan Allah yang tersebut pada ayat di atas setelah frase agar kamu sekalian menyempurnakan bilangan (puasamu) menurut mayoritas muufassirin maksudnya adalah bertakbir mengagungkan Allah di hari raya Idul Fithri karena berakhirnya ibadah Ramadhan yang dijalankan dengan penuh imanan wahtisaban, sehingga prestasi Ramadhan yang baik tersebut harus disyukuri dengan cara mengagungkan Allah dan memujiNya dengan mengumandangkan takbir tepat ketika berakhirnya puasa di akhir Ramadhan dan ketika memasuki hilal 1 Syawwal yang merupakan hari kebahagiaan dan kemenangan seorang yang beribadah Ramadhan

Apakah keshalihan dan keta'atan kita berakhir dengan berlalunya bulan Ramadhan? Terlebih saat kita amat sangat membutuhkan pertolongan Allah swt, dan bekerjasama bahu membahu untuk menghadapi situasi berat dampak dari covid 19?.  Syawwal seharusnya menjadi alat ukur pertama keberhasilan Ramadhan seseorang sebelum bulan yang lainnya. Artinya, jika di bulan pertama setelah Ramadhan saja seseorang tidak mampu mempertahankan dan meningkatkan ibadahnya, bagaimana dengan bulan yang lebih jauh jarak waktunya dengan Ramadhan. Maka tidak salah jika para ulama memperhatikan bulan syawwal seperti memperhatikan bulan Ramadhan, karena nilai kedekatan antar kedua bulan tersebut.

Yang dihapuskan oleh Allah swt di bulan Ramadhan adalah dosa-dosa yang terkait dengan hubungan hamba dengan khaliqnya, bagaimana dengan dosa yang terkait dengan hubungan hamba dengan sesamanya. Syawwal hadir untuk menyempurnakan pengampunan dosa, karenanya bulan syawwal identik dengan momen silaturahim untuk saling memaafkan, berlapang dada, dan saling tolong menolong sehingga terjalin hubungan yang baik antar sesama hamba Allah setelah terjalin hubungan yang baik dengan Allah swt.

Zakat fithr (zakat fithrah) yang merupakan kewajiban setiap individu muslim tanpa terkecuali merupakan isyarat agar seseorang mampu berbaik dengan sesama saudaranya setelah ia dengan sungguh-sungguh berbaik dengan Allah swt. Zakat fithr adalah zakat yang istimewa, berbeda dengan zakat pada umumnya karena diwajibkan bagi siapapun, kaya maupun miskin, anak-anak maupun orang tua dengan kadar yang sama sesuai dengan nilai makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat tersebut, agar ia sempurna kembali kepada fithrah yang bersih dan suci. Bahkan Allah swt mengancam akan tetap menggantung amal puasa Ramadhan seseorang hingga ia menunaikan zakat fithrah. Dalam arti, nilai puasanya tidak ada apabila belum/ tidak menunaikan zakat fithr.

Syawwal yang seringkali diidentikkan dengan suasana yang baru seharusnya tetap dikaitkan dengan Ramadhan, terutama terkait dengan ubudiyah dan menebar kebaikan. Jika tidak, maka seseorang cenderung memanfaatkan bulan syawwal dalam hal pemuasan atau pelampiasan nafsu yang sebelumnya tertahan dan terkendali. Padahal esensi syawwal diantaranya pengukur sekaligus penyempurna Ramadhan. Seorang yang berpuasa Ramadhan sebulan penuh hanya akan dinilai puasa satu tahun manakala ia menyempurnakannya dengan puasa enam hari di bulan syawwal seperti sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan syawwal, maka sama dengan ia berpuasa setahun penuh”. (HR. Bukhari Muslim).

 

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

 

Nilai lain yang diharapkan hadir di hari fithri ini sebagai buah dari amaliah Ramadhan adalah spirit kebersamaan (ukhuwwah) yang tercermin dalam bentuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa (Al-Ma'idah: 2). Kebersamaan dalam beribadah dan beramal shalih, kebersamaan dalam memastikan hadirnya kebaikan dan sirnanya kemunkaran,  kebersamaan dalam mencegah dan menghindar dari wabah, kebersamaan dalam membantu sesama, dan kebersamaan dalam merealisasikan cita-cita kebaikan bersama. Karenanya Rasulullah saw mengingatkan tentang parameter kebaikan seseorang adalah dirujuk pada kemanfaatan dan menebar kebaikan kepada orang lain. Rasulullah saw bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memeberikan manfaat kepada orang lain". (HR. Ahmad)

 

            Betapa sepanjang Ramadhan kita telah ditempa tentang kebersamaan dalam menjalankan kebaikan dan ketakwaan; shalat berjama'ah, buka bersama, memberi hidangan berbuka kepada sesama yang berpuasa, tilawah bersama, i'tikaf bersama, berusaha bersama meraih lailatul qadar, serta bersama pula mengagungkan Allah swt di hari kemenangan ini. Kebersamaan itulah pertanda dari kebaikan umat. Allah swt berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

"Kalian adalah sebaik-baik umat, karena kalian selalu bersama memerintah kebaikan dan memcegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah swt...". (Ali Imran: 110)

 

Kebersamaan dalam kebaikan inipula yang akan menjadi kunci untuk meraih keberkahan Allah swt dalam beragam bentuknya, termasuk terhindar dari wabah pandemi ini. Allah swt berfirman:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰۤ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوۡا۟ لَفَتَحۡنَا عَلَیۡهِم بَرَكَـٰت مِّنَ ٱلسَّمَاۤءِ وَٱلۡأَرۡضِ

 

"Dan sekiranya semua penduduk sebuah negeri itu, bersama-sama mampu mengamalkan nilai-nilai iman dan takwa, maka Kami pasti akan bukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi...". (Al-A'raf: 96). Rasulullah saw mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam sabdanya:

عليكم بالجماعة ، وإياكم والفرقة ، فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد .من أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة من سرته حسنته وساءته سيئته فذلكم المؤمن

 

 

 

“Hendaklah kalian selalu dalam kebersamaan, dan tinggalkan perpecahan atau perselisihan. Karena setan itu bersama orang yang bersendirian dan setan akan berada lebih jauh jika orang tersebut berdua. Barangsiapa yang menginginkan bagian tengah surga, maka hendaklah selalu bersama. Barangsiapa merasa senang bisa melakukan amal kebajikan dan bersusah hati manakala berbuat maksiat maka itulah seorang mu’min” (HR. Tirmidzi no.2165). Pagi hari inipun kita bersama bertakbir mengagungkan Allah swt, menunaikan shalat Idul Fithri, saling mendo'akan dan maaf memaafkan, serta tetap dalam kebersamaan untuk meraihkan kebaikan dunia dan akhirat bersama. Amiin

                                          
الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا

Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat Jama'ah Shalat Idul Fithri yang dimuliakan Allah

 

Sebagai wujud pelaksanaan akan perintah Allah dan Rasulullah saw, mari kita berdoa dan bermunajat di hari yang mulia ini untuk kebaikan kita, orang tua kita, keluarga kita, masyarakat kita, dan umat Islam secara keseluruhan. mudah-mudahan mereka senantiasa dalam perlindungan Allah swt dimanapun mereka berada, dan segera kita terbebas dari wabah covid 19 ini. Amiin

Mari kita awali doa dan munajat kita di hari mulia yang membahagiakan ini dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah saw:..

اللهم فصل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

بسم الله الرحمن الرحيم ...الحمد لله رب العالمين...حمدا يوافى نعمه ويكافىء مزيده يارب لك الحمد ولك الشكر ولك الملك كما ينبغى لجلال وجهك وعظيم سلطانك....

اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا

ya Allah, ampuni kami dan kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka, sebagaimana mereka telah menyayangi kami sejak kecil

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم واﻷموات برحمتك يا أرحم الراحمين

ya Allah, ampuni semua kaum muslimin laki-laki dan perempuan, orang beriman laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal dunia. Wahai Yang Maha Pengasih diantara yang memberi kasih sayang

اللهم انصرنا فإنك خير الناصرين وارزقنا فإنك خير الرازقين وافتح علينا فآنك خير الفاتحين وتب علينا فإنك أنت التواب الرحيم واهدنا ووفقنا للعمل بما فيه صلاح الإسلام والمسلمين

ya Allah, tolonglah kami, Engkaulah sebaik-baik penolong. Anugerahkan rizki kepada kami, Engkaulah sebaik-baik Pemberi rizki. Bukakan hati kami, Engkaulah sebaik-baik yang membuka hati. Terimalah taubat kami, Engkaulah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. Beri kami petunjuk dan taufik agar dapat beramal untuk kemaslahatan Islam dan kaum muslimin

اللهم إنا نعوذبك من البرص والجنون والجذام ومن سيئ الأسقام

ya Allah, Kami berlindung kepadaMu dari penyakit lepra, gila, kulit, dan semua penyakit berbahaya (termasuk virus corona 19)

اللهم ادفع عنا البلاء والوباء والفحشاء والمحن والفتن والزلازل والمنكرات وسوء الأخلاق

ya Allah, cegahlah dari kami bala bencana, wabah, kekejian, ujian, fitnah, gempa, kemunkaran, dan akhlak yang buruk

ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

  

.

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Meneladani Keluarga Ibrahim As. Melalui Syi'ar Ibadah Haji Dan Ibadah Qurban (Khutbah Idul Adha 1440 H)
09-08-2019 Khutbah

TEKS KHUTBAH IDUL ADHA 1440 H OLEH: DR. H. ATABIK LUTHFI, LC, MA     MENE ...

Baca Selengkapnya

Belajar Cinta dari Nabi Ibrahim as. (Khutbah Idul Adha 1440 H)
09-08-2019 Khutbah

Belajar Cinta dari Nabi Ibrahim as.  (Khutbah Idul Adha 1440 H) Oleh: DR. H. Ahm ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina
15-12-2017 Khutbah

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita
02-06-2017 Khutbah

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita Oleh Inayatullah H ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Empat Amalan di Bulan Ramadhan
26-05-2017 Khutbah

EMPAT AMALAN DI BULAN RAMADHAN  Oleh Inayatullah Hasyim   اَ ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Ramadhan Sebagai Pengingat Perjalanan Usia
18-05-2017 Khutbah

RAMADHAN SEBAGAI PENGINGAT PERJALANAN USIA Oleh Inayatullah Hasyim   ...

Baca Selengkapnya