Dunia Digital Tantangan Bagi Orang Tua dan Pendakwah

Dibuat Tanggal 29-07-2019

JAKARTA — Media online kini sudah sangat bebas, artinya apapun dapat disajikan secara digital termasuk dakwah via digital. Namun dunia digital bak hutan belantara, siapa yang masuk ke dalamnya belum bisa meastikan apakah semua yang disajikan sebuah fakta valid, atau justru fakta yang diputarbalikkan hingga membahayakan.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan era digital adalah tantangan bagi para orang tua, juga bagi para pendakwah. “Pendakwah memiliki tantangan agar bisa menyajikan pembelajaran Islam yang baik,” kata dia saat dihubungi, Rabu (10/7).

Sementara tangangan para orang tua adalah bagaimana memberikan benteng-benteng pertahanan dari dunia digital yang bebas, agar jangan sampai anak-anak mereka mendapatkan hal-hal yang tidak sesuai dengan Alquran dan assunah. Ahmad Satori yang tentu juga merupakan seorang tua, menyebut memberikan benteng ini yang berat.

Maka dari itu, orang tua dituntut untuk mendidik anak-anak sejak dini tentang dasar-dasar nilai Islam. Misalnya untuk yang sudah memasuki usia millenial ini, orang tua harus punya cara bagaimana mereka bisa untuk mengarahkan anak-anak mereka memilih hal-hal yang baik. 

“Karena masuk ke internet dan lainnya dalam dunia digital, itu sama seperti masuk ke dalam hutan belantara,” ungkap Ahmad Satori. 

Dalam belantara, pendakwah adalah salah satu pemuka agama dalam memberikan jalan hidup umat muslim. Para pendakwah diharapkan agar memperbanyak kajian dan konten yang baik tentang Islam secara terstruktur, serta rapi dari mulai yang termudah sampai kepada hal-hal yang dibutuhkan oleh para millenial. 

“Ini kewajiban kita. Sejak dini membentengi anak kita terlebih dahulu agar mereka menjadi seorang muslim yang baik, lurus, moderat, dan tidak terbawa kepada hal-hal ekstrim atau kelompok-kelompok kurang bertanggungjawab tentang Islam. Ini kewajiban orang tua melindungi, dan para dai menyiapkan sajian ke-Islaman yang baik,” papar Ahamd Satori. 

Sebelumnya diberitakan, kalangan muda Muslim lebih tertarik mengikuti kajian agama di media sosial. Demikian, studi terbaru yang dilakukan Balai Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama (Balitbang Kemenag). 

"Bahwa 90.9 persen dari 400 mahasiswa, menyatakan lebih suka memperoleh informasi keagamaan dari video-video ceramah di internet. Sedangkan koran atau artikel cetak merupakan sumber literasi yang paling jarang dipilih mahasiswa," demikian isi studi tersebut.

 

https://khazanah.republika.co.id/berita/puf5ur313/dunia-digital-tantangan-bagi-orang-tua-dan-pendakwah

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pemahaman Agama yang Benar dan Kestabilan Ekonomi Kunci Wujudkan Persatuan
21-01-2020 Liputan Media

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Ma ...

Baca Selengkapnya

Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan Dikukuhkan
13-01-2020 Liputan Media

  Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Kegamaan (LPOK) dikukuhkan. Keanggotaan le ...

Baca Selengkapnya

Menghafal Alquran Metode Gaza, Satu Cara Tingkatkan Tahfidz Sumsel
16-12-2019 Liputan Media

Palembang, IDN Times - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) terus menggelar roadshow ke seluruh ...

Baca Selengkapnya

IKADI Dukung Standardisasi Dai
28-11-2019 Liputan Media

JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) setuju dan mendukung Komisi Dakwah dan Pengem ...

Baca Selengkapnya

IKADI Makassar dan Sadaqa Gelar Workshop Menghafal Alquran Metode Gaza
15-11-2019 Liputan Media

MAKASSAR - Sadaqa bersama Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Makassar, ...

Baca Selengkapnya

Gubernur Apresiasi Kegiatan IKADI NTB
29-10-2019 Liputan Media

Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat mengapresiasi kegiatan Tabligh ...

Baca Selengkapnya