Debat Capres Cawapres dalam Pandangan Islam

Dibuat Tanggal 12-03-2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyampaikan pandangan Islam terhadap debat calon presiden dan calon wakil presiden. Ia menjelaskan, dalam Islam, memilih pemimpin itu harus jelas orangnya, visi-misinya, dan juga kehidupannya.

 

"Kejujurannya, semua aspeknya. Jadi itu dipilih setelah jelas kehidupannya. (Sahabat Rasulullah, Red) Abu Bakar dipilih setelah mereka tahu bahwa dari sisi apapun beliau adalah orang paling hebat setelah Rasulullah, dari sisi kejujurannya luar biasa, sidiq, amanah, fathanah dimilikinya," kata dia, Selasa (19/2).

 

Karena itu, menurut Satori, debat di antara kandidat calon presiden dan calon wakil presiden memang diperlukan dalam rangka penyampaian visi-misi. Termasuk menonjolkan apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan.

 

Maksud debat di sini, kata dia, bukanlah debat yang saling menjelek-jelekkan. "Kalau debat menyerang itu biasanya orang yang menyerang itu tidak punya kemampuan sehingga menyerang lawan debatnya," paparnya.

 

Namun, bila orang tersebut mampu dan menganggap dirinya layak untuk dipilih rakyat, maka cukup sampaikan kepada rakyat. Rakyat pun harus mengetahui dan mengenal lebih jauh pemimpinnya sehingga jangan sampai memilih tanpa mengetahui visi-misinya.

 

"Dalam debat, cukup membalas dengan cara yang lebih baik. Jadi bagus sekali kalau ada orang dijelekkan kemudian tidak membalas. Tenang saja, santai, sebenarnya itu. Kita pun sebagai dai kalau ada yang mengajak debat, ya secukupnya saja. Kalau tidak diperlukan ya tak perlu berdebat," jelasnya.

 

Sebab menurut Satori, debat Pilpres ini pada hakekatnya bukanlah debat antarcapres yang harus sampai mengeluarkan argumen terkuatnya. Tetapi lebih kepada penyampaian visi-misi terkait bagaimana pandangannya dalam menyelesaikan persoalan.

 

"Keahlian si calon pemimpin kan ingin diketahui sehingga rakyat bisa melihat, apakah yang disampaikan itu benar apa bohong," kata dia.

 

Dengan begitu, rakyat melalui forum debat bisa mencaritahu apakah data-data yang disampaikan capres-cawapres itu benar atau bohong. Namun, dalam Islam, yang tidak diperbolehkan yakni debat kusir. Bahkan jika dalam kondisi haji, maka debat kusur tersebut bisa merusak ibadah hajinya.

 

"Kalau debatnya debat kusir itu memang tidak diperbolehkan dalam Alquran. Bahkan kalau di dalam haji itu bisa merusak ibadah hajinya. Kita diperintah untuk tidak saling berbantah-bantahan yang membuat perpecahan," ucapnya.

 

Satori mengatakan, tentu ketika kandidat capres-cawapres itu menyampaikan sesuatu, akan dicatat oleh umat dan rakyat, bahkan oleh malaikat Raqib dan Atid. Saat yang bersangkutan mendapat amanat dari rakyat untuk menjadi presiden dan wakil presiden, kemudian berkhianat atau tidak melakukan janji-janjinya, maka jelas ancamannya adalah neraka. "Dalam Islam, hakekatnya, ketika sudah berjanji melakukan sesuatu, misalnya A, B, C, D, kalau dilanggar ya sudah. Artinya itu urusannya dengan Allah SWT," ujar dia.

 

Sumber: khazanah.republika.co.id

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pemahaman Agama yang Benar dan Kestabilan Ekonomi Kunci Wujudkan Persatuan
21-01-2020 Liputan Media

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Ma ...

Baca Selengkapnya

Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan Dikukuhkan
13-01-2020 Liputan Media

  Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Kegamaan (LPOK) dikukuhkan. Keanggotaan le ...

Baca Selengkapnya

Menghafal Alquran Metode Gaza, Satu Cara Tingkatkan Tahfidz Sumsel
16-12-2019 Liputan Media

Palembang, IDN Times - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) terus menggelar roadshow ke seluruh ...

Baca Selengkapnya

IKADI Dukung Standardisasi Dai
28-11-2019 Liputan Media

JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) setuju dan mendukung Komisi Dakwah dan Pengem ...

Baca Selengkapnya

IKADI Makassar dan Sadaqa Gelar Workshop Menghafal Alquran Metode Gaza
15-11-2019 Liputan Media

MAKASSAR - Sadaqa bersama Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Makassar, ...

Baca Selengkapnya

Gubernur Apresiasi Kegiatan IKADI NTB
29-10-2019 Liputan Media

Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat mengapresiasi kegiatan Tabligh ...

Baca Selengkapnya