Bukan Waktunya Lagi Pertentangkan Agama dan Pancasila

Dibuat Tanggal 04-03-2020

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), KH Didin Hafidhuddin menyampaikan bahwa tema KUII berkaitan dengan strategi perjuangan umat Islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab. Menurutnya, ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan secara mendalam dan jernih pada tema ini.

 

KH Didin mengatakan, tema KUII ke-VII juga menghantarkan kepada kesadaran transendental bahwa negara yang dicintai ini tidak akan pernah berhasil maju, adil dan beradab tanpa ada kesadaran serta kepatuhan semua warganya untuk melaksanakan ajaran agama. Karena itu bukan waktunya lagi mempertentangkan agama dengan Pancasila.

 

“Jika ada yang masih mempertentangkan agama dan Pancasila maka sebenarnya adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan mengenal sejarah,” kata KH Didin Hafidhuddin memberikan pidato saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Hotel Novotel, Bangka Belitung pada Rabu (26/2). Cendekiawan Muslim ini menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan maju, adil dan beradab bila semua warganya tidak mematuhi ajaran agama.

 

Ia menegaskan, NKRI sudah masuk dalam struktur rohani umat Islam. NKRI juga sudah masuk dalam jiwa umat Islam. Bahkan dalam pertemuan-pertemuan MUI, KH Ma’ruf Amin selalu menyatakan ada tiga tugas utama MUI. “Pertama, menjaga dan memelihara ajaran Islam dari berbagai macam pemikiran yang merusak. Kedua, menjaga umat dari berbagai hal yang merugikan. Ketiga, menjaga NKRI dari berbagai macam rongrongan dari dalam dan luar,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, tiga kosakata terakhir pada tema KUII yaitu maju, adil dan beradab. Para pakar pendidikan Islam menyatakan bahwa masalah yang paling penting dari kehidupan umat manusia adalah hilangnya adab. Oleh karena itu tugas semuanya adalah membangun adab karena adab menjadi ruh dari ajaran agama dan ruh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. “Para ulama mengatakan, adab sebelum kita mendapatkan ilmu, beradab lah kamu sekalian, baru kalian belajar,” ujarnya.

 

https://mui.or.id/berita/27606/kh-didin-hafidhuddin-bukan-waktunya-lagi-pertentangkan-agama-dan-pancasila/

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
9 Butir Deklarasi Bangka Belitung
04-03-2020 Nusantara

Pangkalpinang – Kongres Umat Islam Indonesia atau KUII VII menghasilkan tujuh r ...

Baca Selengkapnya

Respons Dinamika Umat, Komisi Dakwah MUI Terapkan Standardisasi Dai
27-11-2019 Nusantara

JAKARTA— Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia Pusat ...

Baca Selengkapnya

Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

Berita Duka: Telah Wafat Pimpinan Majelis Az Zikra , K.H. M. Arifin Ilham
23-05-2019 Berita

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.. Segenap Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan ...

Baca Selengkapnya

Kemenag Buka Beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor
30-11-2018 Nusantara

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan membuka beasiswa Program Magister Lanjut ...

Baca Selengkapnya

Rakernas ke IV MUI di Raja Ampat Hadirkan Enam Agenda Spesial
23-11-2018 Nusantara

JAKARTA– Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) ya ...

Baca Selengkapnya