Belum Ada Sinergi Dakwah di Kawasan Lokalisasi

Dibuat Tanggal 15-05-2018
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail, mengatakan sinergi antara organisasi masyarakat (ormas) dengan lembaga filantropi diperlukan dalam melaksanakan program dakwah di area lokalisasi. Namun, sinergi tersebut belum terlihat.
 
"Sinergi antara ormas dan filantropi sangat diperlukan. Karena para da'i perlu didukung biaya. Lembaga filantropi punya dana untuk mendorong para da'i," kata Ahmad saat dihubungi Republika.co.id, Senin (14/5).
 
Meski dilakukan dengan bekerja sama melalui ormas, namun Ikadi menurutnya memberikan kesempatan kepada semua anggotanya untuk berdakwah di area lokalisasi. Sedangkan melalui filantropi, Kiai Satori mengatakan kerja sama dilakukan melalui Badan amil Zakat Nasional (Baznas), yang programnya diberikan kepada Baznas daerah yang menghadapi masalah tersebut.
 
Sebagai pimpinan ormas, ia mengatakan merasa berkewajiban untuk berdakwah, termasuk mendakwahi tempat- tempat lokalisasi. Ia mengatakan, dalam program filantropi juga terdapat program dakwah. Dalam hal ini, Ahmad menuturkan Baznas juga memiliki para da'i Baznas yang tersebar di beberapa daerah.
 
Jika ada kesempatan untuk berdakwah di lokalisasi, para da'i Baznas menurutnya akan melakukan hal baik dalam mengajak ke jalan yang benar atau pun untuk melakukan pembinaan terhadap mereka agar menjadi anggota masyarakat yang baik.
 
Ada beberapa hambatan dalam kegiatan dakwah di lokalisasi ini. Kiai Satori mengatakan, salah satu hambatan adalah dari para penduduk lokalisasi sendiri. Menurutnya, penduduk di lokalisasi umumnya belum siap menerima dakwah, apalagi dakwah melalui ceramah. Sedangkan dari sisi da'i, menurutnya, kebanyakan dari mereka belum mendapatkan informasi tentang kesempatan dakwah di kalangan mereka secara pasti.
 
Dari aspek program, dakwah melalui ceramah lisan dan penyadaran religi kurang dianggap bermanfaat oleh para warga lokalisasi. Dalam hal ini, ia mengatakan mereka membutuhkan pelatihan keterampilan yang membuat mereka mandiri secara ekonomi, seperti latihan menjahit, membuat kerajinan tangan, masak, dan sebagainya.
 
"Hal ini memerlukan da'i yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Da'i yang siap untuk ini jarang," tambahnya.
 
Selanjutnya dari aspek biaya, ia mengatakan lembaga filantropi diharapkan bisa mendukung program dakwah tersebut. Karena para da'i memerlukan biaya untuk melaksanakan kegiatannya.
 
Dalam pelaksanannya, ia mengatakan pendekatan dakwah difokuskan pada sisi keagamaan dan juga memperhatikan sisi ekonomi. Sehingga, para peserta dakwah memiliki bekal agar mereka mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan uang.
 
Sumber: ROL
 
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Tak Keluar Rumah Dapat Pahala Mati Syahid
04-04-2020 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, Berada di rumah saja selama wabah bukan berarti tidak bisa beribadah ...

Baca Selengkapnya

Pemahaman Agama yang Benar dan Kestabilan Ekonomi Kunci Wujudkan Persatuan
21-01-2020 Liputan Media

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Ma ...

Baca Selengkapnya

Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan Dikukuhkan
13-01-2020 Liputan Media

  Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Kegamaan (LPOK) dikukuhkan. Keanggotaan le ...

Baca Selengkapnya

Menghafal Alquran Metode Gaza, Satu Cara Tingkatkan Tahfidz Sumsel
16-12-2019 Liputan Media

Palembang, IDN Times - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) terus menggelar roadshow ke seluruh ...

Baca Selengkapnya

IKADI Dukung Standardisasi Dai
28-11-2019 Liputan Media

JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) setuju dan mendukung Komisi Dakwah dan Pengem ...

Baca Selengkapnya

IKADI Makassar dan Sadaqa Gelar Workshop Menghafal Alquran Metode Gaza
15-11-2019 Liputan Media

MAKASSAR - Sadaqa bersama Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Makassar, ...

Baca Selengkapnya