Bedah Buku ISLAM MODERAT di PW Ikadi Sumbar

Dibuat Tanggal 29-05-2008

Di saat kekerasan dan pemaksaan kehendak atas nama Islam sering kali terjadi, kehadian alur pemikiran dalam bingkai Islam Moderat serasa menjadi oase. Pemikiran Islam moderat tidak membentuk kelompok ekstrim beragama dan anti agama. Hal tersebut tergambar dalam bedah buku “Islam Moderat, Menebar Islam Rahmatan Lil’ Alamin” karya Prof Dr Achmad Satori Ismail dan kawan-kawan di aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (18/5). Islam moderat tidak bisa dibandingkan dengan tema-tema impor seperti Islam Fundamentalis, Islam Politik, Islam Liberal, Islam Kiri dan Islam konservatif.
“Islam itu agama yang rahmatan lil alamin. Islam itu penyebar kasih sayang untuk semua alam. Saya berharap buku ini bisa menjadi salah satu sumber dalam ranah pemikiran Islam,” kata Achmad Satori Ismail yang tampil sebagai pembicara dalam bedah buku itu. Bedah buku yang digelar Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Sumbar ini menghadirkan dosen IAIN Imam Bonjol Padang, Dr Eka Putra Wirman dan Pimpinan Umum Padang Ekspres St Zaili Asril. Achmad Satori yang juga guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan Islam moderat memiliki 15 karakter, yaitu tidak menjadikan akal sebagai hakim, sikap luwes dalam beragama, tidak menganggap turats (khazanah pemikiran islam) sebagai ma’shum, idelais namun realitis, lentur daam wasilah dan kokoh dalam prinsip dan itjihad sesuai koridor.

Selain itu, Islam moderat juga berimbang dalam mensikapi teks, tawazun antara eksklusif dan inklusif, tidak mengkultuskan organisasi, seimbang antara universalitas dan nilai loka, proporsional dalam pengharaman dan penghalalan, terbuka bagi peradaban namun perhatian terhadap jati diri, menerima pemikiran luar selama tidak melanggar syariat dan berdiri antara liberalisme mutlak dan kejumudan mutlak. Buku yang menjadi seri pertama Islam Moderat ini hanya membahas moderat dalam tafsir, hadist, figh, dalam peradaban, moderat dalam seni, ekonomi dan dakwah. Ahmad Satori mengakui masih banyak kekurangan dalam buku yang dikarang para tokoh Ikadi ini. Kekurangan itulah yang dicoba diungkap secara kritis oleh dua pembedah lainnya. St Zaili Asril misalnya. Setelah menilik ratusan halam buku itu, dirinya mengambil kesimpulan buku tersebut tidak mengaju pada realitas. Buku itu hanya baru sekedar kajian tekstual, bukan faktual.

Tidak mengaju ke realitas itulah, yang menurut St Zaili Asril sebagi salah satu kelemahan buku Islam Moderat. Pasalnya disaat umat Islam hari ini membutuhkan bimbingan ulama memecahkan masalahnya yang makin pelik dan komplek, para cendikia Islam justru masih terpaku pada cara-cara lama. “Apa yang diajarkan para ulama 20 tahun yang lalu, itu juga yang diulang-ulang lagi. Padahal permasalahan umat makin pelik. Jangan biarkan mereka menyelsaikan maslahanya sendiri,” kata St Zaili. Dia juga mengusulkan judul Islam Moderat diganti saja dengan Islam Madani, karena kata madani lebih cocok menggambarkan masyarakat Islam.

Senada dengan St Zaili, Dr Eka Puta Wirman juga mengatakan buku ISlam Moderat hanya sebuah karya ilmiah yang mengisisi relung kehidupan umat, namun sangat jauh dari permasalahan kekinian. Menurutnya tujuh aspek utama yang dibahas di buku itu, tidak akan pernah mampu membangun peradaban seperti peradaban gemilang Islam 7 abad lamanya. Meski kritikan dan masukan bertubi-tubi datangnya—bukan saja dari dua pembicara namun juga yang hadir—semua sepakat buku Islam moderat ini pantas diapresiasi. Buku itu layak menjadi salah satu sumber inspirasi dan referensi umat Islam. (nto)( dinukil dari Pos Metro Padang)

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

Lembaga Wakaf Ikadi Ikut Serta dalam Penandatangan MoU dengan AHTIA
30-07-2019 Liputan

Dari kiri ke kanan  KH Aniq Syahuri (chairman of LWI)  Roched Baikedam ( ...

Baca Selengkapnya

OJK dan IKADI Gelar Training of Trainer Pasar Modal Syariah
14-07-2019 Liputan

Sabtu (13/7) , OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bekerjasama dengan PP IKADI menggelar Tra ...

Baca Selengkapnya

Halal Bi Halal PP IKADI bersama Ormas Islam
05-07-2019 Liputan

Jum'at malam (05/07) PP IKADI menggelar Halal bi halal bersama Ormas Islam. Hadir dal ...

Baca Selengkapnya

PP IKADI Gelar Buka Puasa Bersama 1440 H dengan Masyarakat Sekitar
29-05-2019 Liputan

Ahad (26/5) PP IKADI menggelar acara buka puasa bersama dengan masyarakat di Wisma IKAD ...

Baca Selengkapnya

Berita Duka: Telah Wafat Pimpinan Majelis Az Zikra , K.H. M. Arifin Ilham
23-05-2019 Berita

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.. Segenap Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan ...

Baca Selengkapnya